Kamis, 22 Januari 2015
Asal Usul Sejarah Arema Indonesia

ASAL USUL SEJARAH AREMA INDONESIA
Nama Arema Pada Masa Kerajaan
Nama Arema adalah legenda Malang.
Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut,
yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara.
Prestasi Kebo Arema gilang gemilang.
Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat.
Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama.
Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara.
Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi.
Kemudian bisa menguasai Selat Malaka.
Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam.
Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.
Nama Arema Di dekade 80'an
Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema.
Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema.
Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang.
Arema adalah akronim dari Arek Malang.
Arema kemudian menjelma menjadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang.
Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga.
Selain tinju, sepak bola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya.
Sehingga kelahiran tim sepak bola Arema adalah sebuah keniscayaan.
ASAL USUL BERDIRINYA AREMA
(Arema Football Club/Persatuan Sepak Bola Arema nama resminya)
lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepak bolaan di Malang.
Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang bagai sebuah magnet bagi arek Malang.
Stadion Gajayana –home base klub pemerintah itu– selalu disesaki penonton.
Dimana posisi Arema waktu itu?
Yang pasti, klub itu belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepak bola.
Ia masih jadi sebuah “utopia”.
Adalah Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang setelah sebelumnya membangun klub Perkesa 78.
Jasa “Sang Jenderal” tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu.
“Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zainal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden Denpasar,” ujar Ovan.
Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama.
“You bikin saja (klub) Galatama di Malang,” kata Ovan menirukan ucapan Acub.
Beberapa hari setelah itu,
Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn) Acub Zaenal–
mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya.
“Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,” katanya.
Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama.
“Saya hanya punya pemain,” ujarnya.
Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86.
Berkat hubungan baik antara Dirk dengan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepakbola,
maka SIWO PWI Malang mengadakan seminar sehari untuk melihat
"sudah saatnyakah Kota Malang memiliki klub Galatama?"
Drs. Heruyogi sebagai Ketua SIWO dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar itu di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep Kota Malang.
Temanya
"Klub Galatama dan Kota Malang",
dengan nara sumber al; Bp. Acub Zainal (Administratur Galatama),
dari Pengda PSSI Jatim, Komda PSSI Kota Malang, Dr. Ubud Salim, MA.
Acara itu dibuka Bp Walikota Tom Uripan (Alm).
Hasil atau rekomendasi yang didapatkan dari seminar:
Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatana yang professional.
Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema.
Namun nama itu tidak bisa langgeng.
Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86.
Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.
Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive.
Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH–almarhum–No 58.
“Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus,” ujar Ovan mengisahkan.
Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul.
"Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop),"imbuh Ovan.
Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk mewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang
Nama Arema Pada Masa Kerajaan
Nama Arema adalah legenda Malang.
Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut,
yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara.
Prestasi Kebo Arema gilang gemilang.
Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat.
Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama.
Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara.
Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi.
Kemudian bisa menguasai Selat Malaka.
Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam.
Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.
Nama Arema Di dekade 80'an
Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema.
Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema.
Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang.
Arema adalah akronim dari Arek Malang.
Arema kemudian menjelma menjadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang.
Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga.
Selain tinju, sepak bola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya.
Sehingga kelahiran tim sepak bola Arema adalah sebuah keniscayaan.
ASAL USUL BERDIRINYA AREMA
(Arema Football Club/Persatuan Sepak Bola Arema nama resminya)
lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepak bolaan di Malang.
Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang bagai sebuah magnet bagi arek Malang.
Stadion Gajayana –home base klub pemerintah itu– selalu disesaki penonton.
Dimana posisi Arema waktu itu?
Yang pasti, klub itu belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepak bola.
Ia masih jadi sebuah “utopia”.
Adalah Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang setelah sebelumnya membangun klub Perkesa 78.
Jasa “Sang Jenderal” tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu.
“Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zainal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden Denpasar,” ujar Ovan.
Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama.
“You bikin saja (klub) Galatama di Malang,” kata Ovan menirukan ucapan Acub.
Beberapa hari setelah itu,
Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn) Acub Zaenal–
mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya.
“Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,” katanya.
Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama.
“Saya hanya punya pemain,” ujarnya.
Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86.
Berkat hubungan baik antara Dirk dengan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepakbola,
maka SIWO PWI Malang mengadakan seminar sehari untuk melihat
"sudah saatnyakah Kota Malang memiliki klub Galatama?"
Drs. Heruyogi sebagai Ketua SIWO dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar itu di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep Kota Malang.
Temanya
"Klub Galatama dan Kota Malang",
dengan nara sumber al; Bp. Acub Zainal (Administratur Galatama),
dari Pengda PSSI Jatim, Komda PSSI Kota Malang, Dr. Ubud Salim, MA.
Acara itu dibuka Bp Walikota Tom Uripan (Alm).
Hasil atau rekomendasi yang didapatkan dari seminar:
Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatana yang professional.
Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema.
Namun nama itu tidak bisa langgeng.
Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86.
Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.
Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive.
Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH–almarhum–No 58.
“Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus,” ujar Ovan mengisahkan.
Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul.
"Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop),"imbuh Ovan.
Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk mewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang
Bela Negara
Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewargranegaraan diberikan kepada seluruh warga negara indonesia agar sadar dan menjadi warga negara yang baik sehingga siap membela negara. Materi pendidikan kewarganegaraan meliputi hubungan antara warga negara dan negara, serta pendiidkan bela negara. Tujuan Utama pendidikan kewarganegaraaan adalah menumbuhkan wawasan serta kesadaran bernegara dan membentuk sikapserta perilaku cinta tanah air yang bersendikan kebudayaan bangsa.
Pendidikan Kewargranegaraan diberikan kepada seluruh warga negara indonesia agar sadar dan menjadi warga negara yang baik sehingga siap membela negara. Materi pendidikan kewarganegaraan meliputi hubungan antara warga negara dan negara, serta pendiidkan bela negara. Tujuan Utama pendidikan kewarganegaraaan adalah menumbuhkan wawasan serta kesadaran bernegara dan membentuk sikapserta perilaku cinta tanah air yang bersendikan kebudayaan bangsa.
Ruang lingkup pendidikan kewarganegaraan
meliputi, yaitu: a. Persatuan dan kesatuan bangsa b. Norma, hukum, dan
peraturan c. Hak asasi manusia d. Kebutuhan warga negara e. Konstitusi negara
f. Kekuasaan dan politik g. Pancasila h. Globalisasi
Pengertian Siskamling
a. Upaya meningkatkan sistem
keamanan dan ketertiban masyarakat yang memberikan perlindungan dan pengamanan
bagi masyarakat dengan mengutamakan upaya-upaya pencegahan dan menangkal
bentuk-bentuk ancaman dan gangguan Kamtibmas melalui model Perpolisian
masyarakat ( Polmas ) di setiap lingkungan masyarakat.
b. Kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi bidang keamanan dan ketertiban, merupakan potensi pengamanan swakarsa yang perlu dilestarikan dan ditingkatkan guna menumbuhn kembangkan sikap mental, kepekaan dan daya tanggap setiap warga masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban disetiap dilingkungannya masing-masing.
c. Siskamling merupakan salah satu model Polmas dalam memberikan risribusi komunikasi serta informasi secara external ( dari dan bagi masyarakat ) dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di setiap waktu dan merupakan potensi pengamanan swakarsa yang berazaskan gotong royong, kerjasama, budaya paguyuban yang menjiwai dalam setiap kehidupan masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan rasa aman
d. Sistem keamanan lingkungan merupakan bentuk-bentuk pam swakarsa, merupakan suatu kesatuan komponen yang saling bergantung dan berhubungan, saling mempengaruhi untuk mendapatkan hasil daya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan rasa aman dan ketertiban masyarakat dalam upaya mendukung terwujudnya masyarakat madani yang adil, makmur dan beradap berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
b. Kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi bidang keamanan dan ketertiban, merupakan potensi pengamanan swakarsa yang perlu dilestarikan dan ditingkatkan guna menumbuhn kembangkan sikap mental, kepekaan dan daya tanggap setiap warga masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban disetiap dilingkungannya masing-masing.
c. Siskamling merupakan salah satu model Polmas dalam memberikan risribusi komunikasi serta informasi secara external ( dari dan bagi masyarakat ) dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di setiap waktu dan merupakan potensi pengamanan swakarsa yang berazaskan gotong royong, kerjasama, budaya paguyuban yang menjiwai dalam setiap kehidupan masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan rasa aman
d. Sistem keamanan lingkungan merupakan bentuk-bentuk pam swakarsa, merupakan suatu kesatuan komponen yang saling bergantung dan berhubungan, saling mempengaruhi untuk mendapatkan hasil daya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan rasa aman dan ketertiban masyarakat dalam upaya mendukung terwujudnya masyarakat madani yang adil, makmur dan beradap berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Maksud dan tujuan Siskamling
a. Maksud
Menumbuh kembangkan sikap mental serta meningkatkan kepekaan masyarakat dan daya tanggap setiap warga masyarakat, dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban lingkungannya masing-masing
b. Tujuan adalah :
1) Menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, serta rasa aman dilingkunganya masing-masing.
2) Terwujudnya kesadaran warga masyarakat dilingkungannya dalam penanggulangan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas maupun bencana alam.
Menumbuh kembangkan sikap mental serta meningkatkan kepekaan masyarakat dan daya tanggap setiap warga masyarakat, dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban lingkungannya masing-masing
b. Tujuan adalah :
1) Menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, serta rasa aman dilingkunganya masing-masing.
2) Terwujudnya kesadaran warga masyarakat dilingkungannya dalam penanggulangan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas maupun bencana alam.
Pengabdian Melalui Profesi Bela negara
Pengabdian Melalui Profesi Bela
negara dapat dilakukan melalui profesi atau pekerjaan masing-masing. Misalnya,
guru mencerdaskan anak-anak bangsa, dokter menyehatkan masyarakat, olahragawan
mengharumkan nama baik bangsa di mata internasional, atau petani menanam padi
untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Contoh peran nyata warga negara
dalam usaha pembelaan negara adalah berikut ini. Menjaga keamanan dan
ketertiban di lingkungan masing-masing. b. Bekerja secara baik sesuai
pekerjaanya. c. Menaati aturan hukum dan norma-norman yang berlaku. d.
Waspadaterhadap segala ancaman dan gangguan, misalnya terorisme
e. Membantu tugas-tugas TNI atau
polisi. f . Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan serta ikut
menanggulani akibat bencana alam. g. Tidak main hakim sendiri dalam
menyelesaikan masalah. h. Menciptakan ketertiban, ketenangan, kedamaian, dan
keamanan lingkungan. i. Menjaga kerukunan keluarga. j. Belajar dengan tekun
untuk memperdalam ilmu. k. Selalu waspada terhadap ancaman yang menghancurkan negara.
Lingkungan Keluarga
Anggota keluarga yang terdiri atas
ayah, ibu, anak, serta orang lain yang menjadi bagian dari keluarga harus
melaksanakan kewajiban nya dengan baik dan sungguhsungguh agar mendapatkan
haknya sesuai kewajiban yang telah dilakukannya. Misalnya, ayah/ibu mencari
nafkah dan mengurus rumah tangga, anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh,
serta pembantu mengerjakan pekerjaan di rumah dengan baik.
Lingkungan Sekolah
Warga sekolah (civitas akademika)
menghormati kepemimpinan kepala sekolah dengan cara melak sanakan kewajibannya,
antara lain sebagai berikut.
a. Siswa belajar dengan baik dan memenuhi unsur wajib belajar secara akademik.
b. Siswa menaati tata tertib sekolah atau berdisiplin.
c. Guru mendidik siswa dengan baik, di antaranya pendidikan damai dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan, serta mengacu pada tujuan yang akan dicapai, baik kompetensi siswa maupun kurikulum.
d. Staf tata usaha melaksanakan tugas dengan baik dengan men dokumen tasikan administrasi dengan tertib.
e. Penjaga sekolah melaksanakan tugasnya dengan baik.
a. Siswa belajar dengan baik dan memenuhi unsur wajib belajar secara akademik.
b. Siswa menaati tata tertib sekolah atau berdisiplin.
c. Guru mendidik siswa dengan baik, di antaranya pendidikan damai dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan, serta mengacu pada tujuan yang akan dicapai, baik kompetensi siswa maupun kurikulum.
d. Staf tata usaha melaksanakan tugas dengan baik dengan men dokumen tasikan administrasi dengan tertib.
e. Penjaga sekolah melaksanakan tugasnya dengan baik.
Pelatihan
Kemiliteran
Pelatihan Kemileteran secara wajib Pelatihan kemiliteran dapat diikuti oleh seluruh warga negara dengan syaratsyarat tertentu. Dengan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran diharapkan dapat mendukung pertahanan dan keamanan negara. . Pengabdian sebagai prajurit TNI atau secara sukarela atau wajib Tiap warga negara dapat menjadi prajurit TNI atau polisi dengan syaratsyarat tertentu. Tugas TNI sesuai dengan pasal 7 ayat (1) UU no.34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Tugas pokok TNI tersebut dilakukan melalui dua cara; operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang.
·
B. Operasi militer selain perang Dilakukan untuk hal-hal berikut: 1)
Mengatasi gerakan separatis bersenjata 2) Mengatasi pemberontakan bersenjata 3)
Mengatasi aksi terorisme 4) Mengamankan wilayah perbatasan 5) Mengamankan
wilayah objek vital nasional yang bersifat strategis 6) Melaksanakan tugas perdamaian
dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negri.
7) Mengamankan presiden dan wakil presiden
beserta keluarganya 8) Memperdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan
pendukungnya 9) Membantu tugas pemerintah daerah. 10) Membantu Kepolisian
Republik Indonesia 11) Membantu mengamankan tamu negara 12) Membantu
menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan memberikan bantuan
kemanusiaan. 13) Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan. 14)
Membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan
Crita Ajisaka
Ajisaka
Ajisaka karo abdine loro wis teka ing tanah Jawa,
anjujug ing nagara Mendhang Kamolan. Sing jumeneng ratu ing kono Prabu Dewata
Cengkar. Dene karemane Sang Prabu kresa dhahar daging wong. Kawulane akeh sing
padha giris, malah akeh sing ngalih menyang nagara liya jalaran kuwatir menawa
didhahar Sang Prabu. Patihe kang aran Kyai Tengger ditugasi golek wong sing
arep didhahar Sang Prabu.
Kacarita
Ajisaka ana ing nagara Mendhang Kamolan jumeneng dadi guru sing mulang muruk
kawruh rupa-rupa. Wong-wong padha mlebu dadi muride. Para muride padha asih
tresna marang Ajisaka, awit atine becik banget sarta dhemen tutulung. Nalika
samana Ajisaka mondok ing omahe Nyai Rondha Sangkeran, lan dheweke dipek anak
karo Nyai Rondha. Kyai Patih lan Nyai Rondha uga dadi muride Ajisaka.
Anuju
sawijining dina Sang Prabu Dewata Cengkar duka banget marang Kyai Patih, awit
wis telung dina durung bisa nyaosi wong kanggo dhahar. Kyai Patih susah banget
marga ing nagara Mendhang Kamolan katon sepi mamring jalaran akeh wong sing
padha ngalih menyang nagara liya utawa ndhelik ing alas utawa guwa-guwa.
Kyai
Patih banjur tilik ing omahe Nyai Rondha Sangkeren, lan ngandhakake dukane Sang
Prabu. Nalika iku, Ajisaka melu jagongan lan ngerti apa sing dadi susahe Kyai
Patih. Krungu critane Kyai Patih mau, banjur Ajisaka matur : “ Paman kula
kemawon sampeyan caosaken dados dhaharipun sang Prabu”. Nyai Rondha lan Kyai
Patih kaget krungu ature Ajisaka kaya mangkono mau. Wangsulane Kyai Patih :
“Sampun, Angger kula aturi nglajengaken mulang muruk titiyang ing Mendhang
Kamolan sedaya “. Sapunika ugi kula sampeyan aturaken dhateng Sang Prabu,
nanging kula gadhah panyuwun saderengipun kapragat. Kula nyuwun Siti ing Mendhang
Kamolan wiyaripun namumng saiket kula.
Cekake
crita Ajisaka banjur nemoni Prabu Dewata Cengkar mratelakake yen gelem dadi
mangsane. Panjaluke Ajisaka mau, banjur dikabulna karo sang Prabu. Ajisaka
banjur nyepot iket sing ning sirah, lan digelar, saya suwe saya adoh nganti
tekan segara kidul. Prabu Dewata Cengkar dijengkakake, kecemplung segara, malih
dadi baya putih. Swarane nggegiris nganti kaya gludhug. Awake gedhe, yen
ngambang nganti kaya pulo ing tengahe segara.
Sawise
Prabu Dewatacengker ora jumeneng ing Nagara Mendhang Kamolan, banjur Ajisaka
dijumenengake dadi ratu ing nagara kasebut. Ajisaka disubya-subya dening
rakyate lan nagarane tentrem,ayem, merga wis ora ana sing diwedeni.
Artikel Atletik
1. Atletik
Olahraga merupakan kegiatan rutinitas masyarakat di dunia. Karena olah raga sendiri sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Banyak macam jenis olahraga yang dapat dilakukan. Dari jenis-jenis olahraga tersebut, banyak sekali jenis olahraga yang berkembang di Indonesia. Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Istilah athletic dalam bahasa Inggris mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olehraga yang bersifat perlombaanatau pertandingan. Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).
1. Sejarah Atletik
Sejarah Perkembangan Atletik Pertengahan abad ke-19, Inggris telah mengembangkan olahraga atletik ke seluruh dunia. Di Amerika Serikat, untuk pertama kali diperlombakan cabang atletik pada tahun 1876, itupun terbatas antar perguruan tinggi. Munculnya Athletic Club tahun 1870 di New York yang menandai perkembangan atletik sangat menggembirakan. Klub ini yang pertama kali mengadakan lomba atletik. Bangsa Indonesia mengenal cabang olahraga atletik sejak zaman pernjajahan Belanda, yaitu tahun 1930. Saat itu para penjajah membneutk organisasi atletik yang diberi nama NIAU (Netherland Indische Athletic Unie) yaitu sebuah organisasi yang menyelenggarakan perlombaan atletik kemudian setelah itu bermunculan klub-klub atletik di berbagai daerah seperti Medan, Solo, Surabaya, Bnadung dsb.
Setelah itu, berkat kerjasama pakar atletik, Indonesia berhasil membentuk organisasi atletik nasional yang diberi nama PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) tepatnya pada tanggan 03 September 1930 di Semarang. Sebagai keinginan pertamanya pada tahun yang sama siselenggarakan oerlombaan atletik di Bandung. Perlombaan tersebut sekaligus dimaksudkan untuk memilih wakil-wakil Indonesia untuk diterjunkan pada Asean Games yang pertama di New Delhi India pada tahun 1951, terpilihlah sejumlah atlet Indonesia yang muncul di dunia atletik yang sejak itu mulai berkembang.
2. Tolak Peluru
Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Berat peluru bagi para atlet pun berbeda-beda sesuai kategorinya.
• Untuk senior putra = 7.257 kg
• Untuk senior putri = 4 kg
• Untuk junior putra = 5 kg
• Untuk junior putri = 3 kg
3.1 Teknik Dasar Tolak Peluru
Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, diantaranya :
3.1.1 Teknik Memegang Peluru
Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. Dan teknik memegang peluru lainya yaitu jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.
3.1.2 Teknik Meletakkan Peluru
Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
3.1.3 Teknik Menolak Peluru
Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.
3.1.4 Cara Menolakkan Peluru
Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan pada peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 40o.
3.1.5 Sikap Akhir Setelah Menolak Peluru
Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.
3.2 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tolak peluru yaitu, cara memegang peluru, awalan gerakan tolakan dan sikap badan saat menolak.
3.2.1 Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru :
• Menyentuh balok batas sebelah atas
• Menyentuh tanah di luar lingkaran
• Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah
• Dipangil selama 3 menit belum menolak
• Peluru di taruh di belakang kepala
• Peluru jatuh di luar sektor lingkaran
• Menginjak garis lingkar lapangan
• Keluar lewat depan garis lingkar
• Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang
• Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan
3.2.2 Beberapa hal yang disarankan
Bawalah tungkai kiri merendah. Dapatkan keseimbangan gerak dari kedua tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang, menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak. Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh pada tungkai kanan. Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran. Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin. Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan. Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
3.2.3 Beberapa hal yang harus dihindari
Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan. Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan. Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran. Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan. Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang. Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping.. Terlalu awal membuka badan. Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan.
3.3 Peralatan Yang digunakan dalam Lempar Lembing
Alat yang di gunakan :
• Rol Meter
• Bendera Kecil
• Kapur / Tali Rafia
• Peluru :
- Untuk senior putra = 7.257 kg
- Untuk senior putri = 4 kg
- Untuk junior putra = 5 kg
- Untuk junior putri = 3 kg
• Obrient : gaya membelakangi arah tolakan
• Ortodox : gaya menyamping
3.4 Lapangan Tolak Peluru
Konstruksi :
• Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja ata bahan lain yang cocok yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari emen , aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi.
• Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu.
• Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih.
• Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. o Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm
Olahraga merupakan kegiatan rutinitas masyarakat di dunia. Karena olah raga sendiri sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Banyak macam jenis olahraga yang dapat dilakukan. Dari jenis-jenis olahraga tersebut, banyak sekali jenis olahraga yang berkembang di Indonesia. Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Istilah athletic dalam bahasa Inggris mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olehraga yang bersifat perlombaanatau pertandingan. Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).
1. Sejarah Atletik
Sejarah Perkembangan Atletik Pertengahan abad ke-19, Inggris telah mengembangkan olahraga atletik ke seluruh dunia. Di Amerika Serikat, untuk pertama kali diperlombakan cabang atletik pada tahun 1876, itupun terbatas antar perguruan tinggi. Munculnya Athletic Club tahun 1870 di New York yang menandai perkembangan atletik sangat menggembirakan. Klub ini yang pertama kali mengadakan lomba atletik. Bangsa Indonesia mengenal cabang olahraga atletik sejak zaman pernjajahan Belanda, yaitu tahun 1930. Saat itu para penjajah membneutk organisasi atletik yang diberi nama NIAU (Netherland Indische Athletic Unie) yaitu sebuah organisasi yang menyelenggarakan perlombaan atletik kemudian setelah itu bermunculan klub-klub atletik di berbagai daerah seperti Medan, Solo, Surabaya, Bnadung dsb.
Setelah itu, berkat kerjasama pakar atletik, Indonesia berhasil membentuk organisasi atletik nasional yang diberi nama PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) tepatnya pada tanggan 03 September 1930 di Semarang. Sebagai keinginan pertamanya pada tahun yang sama siselenggarakan oerlombaan atletik di Bandung. Perlombaan tersebut sekaligus dimaksudkan untuk memilih wakil-wakil Indonesia untuk diterjunkan pada Asean Games yang pertama di New Delhi India pada tahun 1951, terpilihlah sejumlah atlet Indonesia yang muncul di dunia atletik yang sejak itu mulai berkembang.
2. Tolak Peluru
Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Berat peluru bagi para atlet pun berbeda-beda sesuai kategorinya.
• Untuk senior putra = 7.257 kg
• Untuk senior putri = 4 kg
• Untuk junior putra = 5 kg
• Untuk junior putri = 3 kg
3.1 Teknik Dasar Tolak Peluru
Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, diantaranya :
3.1.1 Teknik Memegang Peluru
Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. Dan teknik memegang peluru lainya yaitu jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.
3.1.2 Teknik Meletakkan Peluru
Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
3.1.3 Teknik Menolak Peluru
Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.
3.1.4 Cara Menolakkan Peluru
Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan pada peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 40o.
3.1.5 Sikap Akhir Setelah Menolak Peluru
Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.
3.2 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tolak peluru yaitu, cara memegang peluru, awalan gerakan tolakan dan sikap badan saat menolak.
3.2.1 Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru :
• Menyentuh balok batas sebelah atas
• Menyentuh tanah di luar lingkaran
• Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah
• Dipangil selama 3 menit belum menolak
• Peluru di taruh di belakang kepala
• Peluru jatuh di luar sektor lingkaran
• Menginjak garis lingkar lapangan
• Keluar lewat depan garis lingkar
• Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang
• Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan
3.2.2 Beberapa hal yang disarankan
Bawalah tungkai kiri merendah. Dapatkan keseimbangan gerak dari kedua tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang, menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak. Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh pada tungkai kanan. Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran. Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin. Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan. Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
3.2.3 Beberapa hal yang harus dihindari
Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan. Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan. Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran. Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan. Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang. Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping.. Terlalu awal membuka badan. Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan.
3.3 Peralatan Yang digunakan dalam Lempar Lembing
Alat yang di gunakan :
• Rol Meter
• Bendera Kecil
• Kapur / Tali Rafia
• Peluru :
- Untuk senior putra = 7.257 kg
- Untuk senior putri = 4 kg
- Untuk junior putra = 5 kg
- Untuk junior putri = 3 kg
• Obrient : gaya membelakangi arah tolakan
• Ortodox : gaya menyamping
3.4 Lapangan Tolak Peluru
Konstruksi :
• Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja ata bahan lain yang cocok yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari emen , aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi.
• Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu.
• Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih.
• Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. o Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm
Kamis, 15 Januari 2015
Dampak Globalisasi
DAmpak Positif
Kemajuan
di bidang teknologi, komunikasi, informasi, yang memudahkan kehidupan
manusia.Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih
produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu
bersaing di pasar internasional.Kemajuan teknologi memengaruhi tingkat
pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkesinambungan.Kemajuan
iptek membuat bangsa Indonesia mampu menguasai iptek sehingga bangsa Indonesia
mampu sejajar dengan bangsa lain.
Dampak Negatif
Tersebarnya nilai-nilai budaya yang melanggar nilai-nilai
kesopanan dan budaya bangsa melalui media massa seperti tayangan-tayangan film
yang mengandung unsur pornografi yang disiarkan televisi asing yang dapat
ditangkap melalui antena parabola atau situs-situs pornografi di internet.
Langganan:
Postingan (Atom)











